Rabu, 13 Juni 2012


Teori Kehidupan di Bumi
Perkembangan bumi dapat diketahui melalui penelitian geologi, yaitu penelitian tentang lapisan kulit bumi. Proses terbentuknya bumi melalui 4(empat) tahap sebagai berikut :

1.       Zaman Arkhaikum (Azoikum)
Zaman ini merupakan zaman tertua dan diperkirakan berlangsung sekitar 2500 juta tahun.Pada zaman ini keadaan bumi belum stabil. Keadaan bumi seperti itu tidak memungkinkan adanya tanda-tanda kehidupan.
2.       Zaman Paleozoikum
Zaman ini berlangsung sekitar 340 juta tahun. Zaman ini juga disebut sebagai zaman primer atau zaman pertama kalinya ada kehidupan. Zaman ini terbagi menjadi beberapa tahap:
a.       Cambrium
Pada tahap ini terdapat kehidupan yang amat primitive seperti kerang dan ubur-ubur.
b.      Silur
Pada tahap ini mulai ada kehidupan hewan bertulang belakang seperti ikan.
c.       Devon
Pada tahap ini terdapat kehidupan binatang jenis amfibi tertua.
d.      Carbon
Pada tahap ini terdapat kehidupan hewan merayap seperti reptile.
e.      Perm
Pada tahap ini terdapat kehidupan seperti hewan darat, ikan air tawar, dan amfibi.
3.       Zaman Mesozoikum
Zaman ini berlangsung sekitar 140 juta tahun dan biasa disebut zaman sekunder atau zaman hidup kedua. Pada zaman pertengahan ini binatang reptile berkembang pesat sehingga disebut juga zaman reptile. Jenis makhluk hidupnya adalah Dinosaurus, Pteranodon, Brontosaurus, dan lain-lain.
4.       Zaman Neozoikum/Kainozoikum
Zaman ini berlangsung sekitar 60 juta tahun yang ditandai dengan semakin membaiknya keadaan bumi. Zaman Neozoikum dibedakan menjadi 2 yaitu:
a.       Zaman tersier
Pada zaman ini binatang menyusui berkembang pesat seperti kera dan monyet. Sebaliknya reptil-reptil  besar mulai berkurang jumlahnya. Hal ini disebabkan karena adanya evolusi dan seleksi alam.
b.      Zaman kwarter
Zaman ini dibedakan menjadi 2 yaitu:
1.       Zaman Dilluvium atau Kala Pleistosen di Indonesia
Zaman ini disebut juga zaman Es. Hal ini terjadi karena menurunnya suhu drastis sampai dibawah 0oC sehingga air di permukaan laut membeku dan berubah menjadi daratan.
Akibatnya terbentuklah Paparan Sunda, Paparan Sahul, dan Garis Wallace.
2.       Zaman Alluvium atau Kala Holosen
Zaman ini berlangsung sejak 20.000 tahun yang lalu sampai sekarang. Zaman ini dimulainya kehidupan manusia purba jenis Homo sapiens atau manusia cerdas yang menurunkan manusia sekarang ini.



Perkembangan Biologis Manusia Indonesia

Jenis-Jenis Manusia Purba di Indonesia

Dari banyaknya temuan fosil ditempat tersebut, maka Dr. Von Koeningswald membagi lapisan dilluvium atau pleistosen lembah Bengawan Solo menjadi 3(tiga) yaitu:
1.       Lapisan Pleistosen Bawah terdapat kehidupan jenis Pithecantropus Robustus
2.       Lapisan Pleistosen Tengah tedapat kehidupan jenis Pithecantropus Erectus
3.       Lapisan Pleistosen Atas terdapat kehidupan jenis Homo Sapiens

Beberapa manusia purba yang berhasil ditemukan di Indonesia, di antaranya:
  1. Meghanthropus Paleojavanicus (manusia raksasa dari Jawa)
Ciri-cirinya adalah sebagai berikut:
a.       Memiliki tulang pipi yang tebal.
b.      Memiliki otot kunyah yang kuat.
c.       Tidak memiliki dagu.
d.      Memiliki tonjolan kepala belakang yang tajam.
e.      Memiliki tulang kening yang menonjol.
f.        Memiliki perawakan yang tegap.
g.       Memakan jenis tumbuh-tumbuhan
  1. Pithecantropus
Ciri-cirinya adalah sebagai berikut:
a.       Tinggi badan sekitar 165-180cm.
b.      Volume otak berkisar antara 750-900cc.
c.       Bentuk tubuh dan anggota badan tegap.
d.      Alat pengunyah dan otot tengkuk sangat kuat.
e.      Bentuk geraham besar dengan rahang yang sangat kuat.
f.        Memiliki tulang kening yang menonjol.
g.       Bentuk hidung tebal.
h.      Bagian belakang kepala tampak menonjol.
i.         Memakan jenis tumbuh-tumbuhan.
  1. Homo
Ciri-cirinya adalah sebagai berikut:
a.       Berat badan sekitar 30-150 kg.
b.      Volume otaknya lebih dari 1000cc.
c.       Memiliki muka yang lebar.
d.      Berjalan tegak.
e.      Mulut masih menonjol.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar